Minggu, 24 November 2019

Penerapan Teknologi Informasi Dalam Layanan Konseling

         Konselor dapat menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam menyusun, mencari dan mengolah data. Pelayanan konseling ditujukan untuk memecahkan masalah dan mencegah timbulnya masalah. Teknologi informasi mampu menunjang layanan konseling agar lebih efektif. Maka dari itu, konselor harus selalu meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan teknologi yang berkembang saat ini.


            Handarini (2006)  menyatakan bahwa “Teknologi dan internet dapat diterapkan dalam layanan konseling, yaitu :
v  Layanan appraisal.
v  Layanan informasi.
v  Layanan Konseling.
v  Layanan konsultasi.
v  Layanan perencanaan, penempatan, dan tindak lanjut.
v  Layanan evaluasi.

            Layanan informasi yang merupakan kegiatan layanan konseling yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa, dan mengembangkan keterampilan siswa dalam mencari informasi personal-sosial, karier, pendidikan. Dengan menggunakan teknologi informasi akan membantu konselor memberikan informasi dengan cepat kepada konseli kapan saja serta konseli pun dapat mencari informasi saat diperlukan.

            Menurut Agus Triyanto dan Maman Soemantri (2006), menyatakan beberapa kelebihan dan kekurangan layanan konseling melalui teknologi informasi yaitu :

            Kelebihan atau keuntungan layanan konseling melalui teknologi informasi, diantaranya :
v  Pelayanan melalui teknologi informasi mudah di akses.
v  Tidak membutuhkan biaya transportasi.
v  Mengurangi kesulitan jadwal yang berkaitan dengan program kelompok.
v  Konseli lebih mau terbuka berbicara tentang masalahnya karena ia tidak mau berkomunikasi secara tatap muka, sehingga ia dapat lebih siap dan terbuka.
v  Konselor dapat menyesuaikan kesiapan konseli dalam mengambil tindakan yang diperlukan, memotivasi diri, dan meningkatkan keterampilan konseli.
v Setelah klien membuka komunikasi via teknologi informasi awal, maka konselor berinisiatif untuk memulai suatu kontak berikutnya sehingga ia dapat menciptakan suatu taraf terapis berupa dukungan sosial dan klien bertanggung jawab selama proses penyembuhannya.

            Adapun kelemahan dari penggunaan layanan konseling melalui teknologi informasi, diantaranya :
v  Konselor tidak dapat memastikan bahwa konselinya benar-benar serius atau tidak.
v Diperlukan perangkat khusus agar layanan konseling melalui teknologi informasi dapat terlaksana dan perangkat tersebut tidak murah, sehingga tidak semua orang dapat memanfaatkannya.
v  Informasi yang diterima dan diberitakan sangat terbatas, komunikasi satu arah sehingga ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman.
v  Kegiatan konseling melalui teknologi informasi dapat menimbulkan jarak baik secara fisik maupun psikis diantara konselor dan klien.

v Permasalahan yang dihadapi oleh konseli beraneka ragam dalam emosi sehingga kadang-kadang konselor mengabaikan segi-segi yang penting dalam proses konseling.


9 komentar: